PENGERTIAN PUASA
 
Dalam bahasa Ibrani “puasa” disebut “tsom”; dan dalam bahasa Yunani disebut “nesteia”. Kedua arti memiliki makna atau arti yang sama yaitu “menjauhkan diri (berpantang) dari makanan, biasanya dilakukan dengan sengaja sehubungan dengan suatu maksud atau keadaan tertentu.

Dalam Perjajian Lama, puasa yang dilakukan biasanya berlangsung mulai dari matahari terbit sampai matahari terbenam. Puasa dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu bisa secara penuh, partial (bertahap), atau sebagian saja, seperti hanya minum air tidak makan nasi.

Tujuan Puasa

Dalam Perjanjian Lama ada 4 alasan seseorang untuk berpuasa, yaitu sebagai berikut:

  • Pada masa amat berdukacita atau kesedihan besar (1 Samuel 31:13);
  • Pada masa menyatakan seriusnya permohonan pribadi atau nasional kepada Allah (2 Samuel 12:16-22; Daniel 9:3-19; Nehemia 1:4; 2 Tawarikh 20:1-29; dan Yeremia 36:1-10);
  • Pada masa amat berdukacita atau kesedihan besar (1 Samuel 31:13);
  • Pada masa menyatakan seriusnya permohonan pribadi atau nasional kepada Allah (2 Samuel 12:16-22; Daniel 9:3-19; Nehemia 1:4; 2 Tawarikh 20:1-29; dan Yeremia 36:1-10).
  • Puasa juga merupakan pernyataan pertobatan (1 Raja-raja 21:27; Yunus 3:5-10; Yoel 2:12-15).
  • Puasa juga mengekspresikan karakter kudus dari hari raya pendamaian (merendahkan diri, menyangkal diri) Imamat 16:29, 31; 23:26-32; dan kemudian hari raya lainnya(Zakharia 8:19).

Contoh Puasa Dalam PL

1.Puasa Musa 40 hari, 40 malam (Keluaran 24:16; 34:28); 2.Puasa Daud (2 Samuel 12:16); 3.Puasa Elia (1 Raja-raja 19:8); 4.Puasa Ester (Ester 4:16); 5.Puasa Ayub (Ayub 2:13); 6.Puasa Daniel (Daniel 1:12; 9:3; 10:2); 7.Puasa Yunus (Yunus 1:7); 8.Puasa Niniwe (Yunus 3:7).

Contoh Puasa Dalam PB

1.Puasa Yesus (Matius 4:2); 2.Puasa Yohanes Pembaptis (Matius 11:18); 3.Puasa Paulus (Kisah Para Rasul 9:9); 4.Puasa Jemaat Mula-mula (Kisah Para Rasul 13:2-3).